SUMEDANG, W+62.com- Memperingati Hari Disabilitas Internasional 2024, Dinas Sosial Kabupaten Sumedang bersama Asosiasi Pengelola Lembaga Disabilitas (APLD) menyelenggarakannya tingkat Kabupaten di Pendopo Pusat Pemerintah Sumedang, Rabu, 11 Desember 2024.
Dengan mengusung tema “Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan”, kegiatan ini diikuti oleh Sekolah Luar Biasa (SLB).
Kegiatan ini digelar di Pendopo PPS dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk penyandang disabilitas, organisasi pendukung, serta masyarakat umum.
Dalam kegiatan ini, menampilkan hasil karya dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) se- Sumedang dalam bentuk stand pameran, serta penampilan kesenian, lomba fashion, dan penyerahan bantuan kepada penyandang disabilitas.
Ketua Panitia, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Sumedang, Juju Julaeha menjelaskan, Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember, bertujuan meningkatkan kesadaran global mengenai hak-hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas.
“Tahun ini, peringatan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam pembangunan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menciptakan lingkungan yang inklusif,” tuturnya.
Ia juga mengajak untuk sama-sama membangun komitmen dan menciptakan lingkungan bagi penyandang disabilitas dengan prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kesadaran dan menciptakan lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas, sesuai dengan prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs),”ujarnya.
Komitmen Bersama untuk Disabilitas
Sementara itu, Ketua APLD Sumedang, dr. Isaris Arwianti, menyampaikan kebahagiaannya atas pelaksanaan kegiatan ini.
Ia juga memaparkan berbagai kolaborasi antara APLD dan Dinas Sosial,yang telah berlangsung di Kabupaten Sumedang.
Kerjasama itu antara lain, dengan Dinas Ketenagakerjaan yang telah mempekerjakan 10 penyandang disabilitas di PT Hamsay, dan kolaborasi dengan Dinas dukcapil dan Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan administratif dan pemeriksaan kesehatan.
“APLD berkomitmen untuk mempersatukan semua organisasi disabilitas, sehingga tercipta satu visi dan misi untuk mewujudkan kemandirian kaum disabilitas,” kata Isaris.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Dikdik Sadikin, menegaskan, peringatan ini merupakan pengakuan atas eksistensi penyandang disabilitas dan komitmen bersama untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi mereka.
“Penyandang disabilitas adalah potensi kekuatan bangsa. Kita harus menciptakan ruang agar mereka dapat berperan aktif dalam berbagai aspek kehidupan sesuai dengan potensi yang dimiliki,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pelaksanaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 dan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2019 yang mengatur pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Ditambahkan Dikdik, Pemerintah Kabupaten Sumedang saat ini sedang menyusun Peraturan Daerah tentang penyandang disabilitas, untuk memastikan kemudahan dan keberpihakan dalam berbagai layanan publik.
“Melalui acara ini, diharapkan semua pihak dapat terus bergerak bersama untuk menciptakan Kabupaten Sumedang yang inklusif, ramah, dan mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas secara berkelanjutan,” tandasnya.***
