MEKKAH, W+62.com– Perjalanan menuju Jabal Nur, ditempuh dengan berjalan kaki sekira 1,5 kilometer pulang-pergi, tak menyurutkan semangat para jemaah haji KBIHU Al-Multazam Sumedang pada Kamis (12/6/2025).
Perjalanan spiritual dengan medan yang cukup menantang secara fisik kali ini membuat jemaah haji mengaku sangat merasakan sensasi yang luar biasa menguras emosional.
Ratusan jemaah haji dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Multazam, Sumedang, berziarah spiritual ke Gua Hira, salah satu situs bersejarah yang terletak di puncak Jabal Nur, Makkah.
Pembimbing dari KBIHU Al-Multazam, KH Asep Fuad Adnan memimpin langsung jemaah haji menuju lokasi tempat pertama kali turunnya Wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
Perjalanan menuju Gua Hira memakan waktu sekitar dua jam. Meskipun jalur pendakian cukup menantang secara fisik, semangat dan kekhusyukan para jemaah tidak surut sedikit pun, menapaki jalur berbatu menuju gua.
Gua Hira memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Di tempat inilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril, yang menandai awal kenabiannya dan dimulainya penyampaian risalah Islam kepada umat manusia.
KH Asep Fuad Adnan menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sarat dengan makna spiritual dan historis.
“Kami ingin para jemaah tidak hanya menjalankan ibadah haji secara syariat, tetapi juga merasakan perjalanan batin, meneladani Rasulullah, dan memperkuat iman di tempat-tempat bersejarah ini,” ujarnya.
Ziarah ke Gua Hira menjadi salah satu rangkaian kegiatan spiritual tambahan yang dirancang oleh KBIHU Al-Multazam Sumedang. Sejak awal, para jemaah dibimbing secara intensif, baik dalam manasik haji maupun pembinaan rohani, untuk memperkaya pengalaman ibadah mereka di Tanah Suci.
Tampak, dengan penuh haru dan rasa syukur, para jemaah menyampaikan kebahagiaan dan takjub karena telah diberi kesempatan untuk menapaki jejak penting dalam sejarah kenabian. Perjalanan ini menjadi momen reflektif yang mendalam, memperkuat spiritualitas, dan menambah keimanan mereka selama menjalankan ibadah haji.***
