W+62.com– Lagu ini kembali viral bersama menanjaknya prestasi Timnas Indonesia dan fenomena pemain diaspora yang dianggap mampu menaikan derajat persepakbolaan.
Lagu ini dianggap dapat membius seluruh penonton dan pemain lokal dan diaspora saat mengetahui makna dibalik lagu Tanah Air ku yang selalu mewarnai akhir laga Timnas Indonesia.
Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes mengaku lagu ini begitu sakral baginya dan seluruh rekannya di Timnas. Seperti halnya yang terjadi saat Timnas Jepang beberapa waktu lalu.
Jay Indez harus memberikan teguran halus pada mereka, karena masih melakukan pemanasan di lapangan usai mengalahkan Indonesia 0-4 di Stadion Gelora Bung Karno.
Semacam ritual, kalah ataupun menang, lagu Tanah Airku menjadi penutup saat Timnas Indonesia menyelesaikan pertandingannya.
Ibu Sud
Namun ada yang luput dari euforia keberhasilan Timnas dan lagu Tanah Airku, yakni sosok pencipta lagu tersebut.
Pencipta lagu Tanah Airku adalah Ibu Sud, yang lahir di Sukabumi Jawa Barat 26 Maret 1908. Terlahir dari keluarga berdarah Bugis, H. Muhammad Niung dan Saini. Sesungguhnya, Ibu Sud memiliki nama asli Saridjah Niung.
Semasa menjadi guru, Saridjah menikah dengan seorang bangsawan Jawa bernama Bintang Sudibyo. Keduanya menikah di Semarang Jawa Tengah pada November 1925.
Saridjah adalah seorang pemusik, guru musik, pencipta lagu anak-anak, penyiar radio, dramawan, dan seniman batik Indonesia.
Setelah menjadi istri Sudibyo, nama panggilan “Ibu Sud” kemudian muncul dari kependekan nama suaminya. Meski sudah berkeluarga, Ibu Sud tetap berkarya dan bisa membagi waktu.
Saridjah atau Ibu Sud terus menghasilkan karya, hingga lebih dari 400 lagu. Dari lagu-lagu yang diciptakan oleh Ibu Sud, termasuk lagu yang mudah dihafal dan penuh makna yang mendalam.
Beberapa lagunya yang populer adalah, Berkibarlah Benderaku, Bendera Merah Putih, Desaku, Kupu-kupu yang Lucu, Naik Delman, Naik-naik ke Puncak Gunung, hingga Nenek Moyangku.
***
