SUMEDANG, W+62.com- Upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama Republik Indonesia dilaksanakan di Lapangan Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Islamic Center, Sumedang pada Jumat, (3/1/2025).
Upacara yang diikuti oleh unsur jajaran Kantor Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Sumedang serta Forkopimda berlangsung khidmat. Bertindak sebagai inspektur upacara Hari Amal Bhakti ke79 itu, Pj Bupati Sumedang, Yudia Ramli.
Pj Bupati Sumedang, Yudia Ramli menekankan pentingnya peran Kementerian Agama dalam mendukung program pemerintah, termasuk mendorong umat beragama untuk menjalankan ajaran agama dengan baik dan menghindari perbuatan tercela seperti korupsi.
“Hari Amal Bhakti ini menjadi momentum bagi Kementerian Agama untuk terus menjadi teladan dan mendukung program-program pemerintah, termasuk mengatasi kemiskinan ekstrem seperti yang dilakukan melalui program penerangan listrik di Surian,” katanya.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah Sumedang yang telah berjalan dengan baik.
“Saya mengucapkan selamat atas peringatan HAB Ke-79 ini. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga demi mewujudkan Sumedang yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Penghargaan dan Apresiasi
Dalam upacara yang mengusung tema “Umat Rukun Menuju Indonesia Emas” diberikan pula sejumlah penghargaan dan apresiasi, antara lain:
- Sertifikat Hak Wakaf Kegiatan Pendaftaran Lintas Sektor Tanah Wakaf Tahun 2023.
- Penghargaan bagi pemenang Seleksi Tilawatil Qur’an.
- Satya Lencana Kebaktian Sosial dari PMI.
- Medali emas untuk juara Lomba Karya Esai jenjang MTs tingkat nasional.
- Penghargaan Juara I Pertandingan Bulu Tangkis antar instansi se-Kabupaten Sumedang.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, Hamzah Rukmana, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran rangkaian kegiatan HAB di tingkat kabupaten.
“Rangkaian kegiatan ini dimulai dari agenda olahraga, bakti sosial, lomba, hingga puncaknya pada apel HAB hari ini. Kehadiran Pj Bupati dan Forkopimda menjadi wujud sinergi yang baik antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Sumedang,” ujarnya.
Hamzah juga mengapresiasi kolaborasi Kementerian Agama dengan UIN Bandung dalam program penerangan listrik berbasis tenaga surya bagi masyarakat kurang mampu di Kecamatan Surian.
Program ini, yang melibatkan kreativitas mahasiswa UIN Bandung, berhasil memberikan penerangan listrik bagi 15 Kepala Keluarga (KK) di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
“Ini adalah bukti nyata bagaimana kami berkontribusi membantu masyarakat yang membutuhkan,” tambah Hamzah.***
