Berita Terkini
Tak Berkategori  

Ditengah Rintik Hujan, Warga Sembir Desa Gunasari Temukan Bayi Laki-laki Yang Diduga Dibuang

SUMEDANG, W+62.com- Seorang bayi laki-laki yang diduga dibuang oleh ibunya, ditemukan salah seorang warga di Dusun Sembir RT 04/09 Desa Gunasari Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang pada Sabtu malam, (4/1/2025) sekira pukul 18.53 WIB.

Bayi laki-laki yang masih dalam keadaan hidup itu ditemukan oleh Yaya (60) saat hendak memperbaiki selang air di kebun milik H. Yana.

Menurut keterangan saksi yang dihimpun Polisi menyebutkan, Yaya saat itu hendak membetulkan saluran air (selang), namun saat di lokasi itu mendengar tangisan bayi, yang saat awal menganggap itu adalah suara Musang.

“Ya karena penasaran, setelah pulang dari membetulkan selang, coba menghampiri sumber suara. Ternyata suara itu dari dalam dus yang berisi bayi,” ujar Yaya.

Yaya menyebut saat dihampiri, tangisan bayi sempat terhenti. Ia lalu memberitahukan penemuan bayi itu kepada tetangganya Nasa, Empat dan istrinya Yuyun (45).

Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya

Yuyun langsung membawa si bayi itu ke rumahnya, sambung Yaya, dan dengan penemuan bayi itu, lalu melaporkannya kepada pihak Pemerintah Desa Gunasari untuk penanganan sementara.

Hal itu dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya. Pihaknya saat mendapatkan laporan tersebut langsung berkoordinasi dengan pihak Polsek Sumedang Selatan dan Inafis Polres.

“Bidan Desa Gunasari, Ai Yayah langsung menangani bayi itu untuk dibersihkan, dan menangani tali pusar bayi, selanjutnya si bayi dibawa ke RSUD Umar Wirahadikusumah untuk penanganan lebih lanjut,” ungkap AKP Awang Munggardijaya.

Kasi Humas Polres Sumedang menyebutkan, pada saat penemuan bayi, cuaca sedikit hujan. Setelah ditangani oleh Bidan Desa, untuk penanganan lebih lanjut, Kapolsek Sumedang Selatan, Tim Inafis Polres Sumedang serta pemerintah desa Gunasari membawa ke RSUD Umar Wirahadikusumah.

“Pihak RSUD Umar Wirahadikusumah langsung menangani bayi itu, dan menempatkanya kedalam inkubator,”pungkas Awang.***

Exit mobile version