SUMEDANG, W+62.com- Dinas Sosial Kabupaten Sumedang tanggapi laporan terkait warga Sumedang yang viral, karena terlantar berjalan kaki bersama istri dan anaknya dari Banyuwangi menuju Sumedang beberapa waktu lalu.
Hal itu diketahui pertama kali berdasarkan laporan yang diterima pada Kamis, (9/1/2025), yang mencantumkan identitas PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial), atas nama Sutisna (38) yang beralamat di Dusun Kampung Baru RT 03/07 Desa/ Kecamatan Wado Sumedang.
Peristiwa itu, sontak sempat viral di Sumedang beberapa waktu lalu dan membuat rasa simpati dan empati warga atas apa yang dilakukan oleh keluarga itu.
Pada Jumat, (24/1/2025) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Dikdik Sadikin, menjelaskan langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan oleh Dinas Sosial Sumedang yang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu Sutisna (38) dan keluarganya itu.
“Langkah pertama, kami berkoordinasi dengan Sentra Terpadu Inten Soeweno, Pendamping Rehabilitasi Sosial melakukan asesmen dan penjangkauan kasus,” terang Kadinsos.
Lalu, sambung Dikdik, pihaknya melakukan verifikasi alamat, dan berdasarkan hasil asesmen, Sutisna tinggal bersama Uwanya, Samat di Desa Wado. Dengan alamat kependudukan lama di Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, sudah tidak berlaku karena terendam Bendungan Jatigede.
Kerjasama Dengan Pihak Terkait
“Langkah selanjutnya, kami meminta penerbitan administrasi kependudukan, kerjasama Dinas Sosial dengan Disdukcapil Sumedang untuk menerbitkan KTP dan KK baru bagi Sutisna dan keluarganya,” kata Dikdik.
Dijelaskan Dikdik, pada pendaftaran dalam DTKS, artinya setelah adminduk diterbitkan, keluarga Sutisna baru dimasukkan ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) itu, dan kemudian diajukan untuk program jaminan sosial BPJS-PBI.
“Dari Sentra Terpadu Inten Soeweno memberikan paket nutrisi, sembako, dan modal usaha untuk angkringan kopi,” ungkapnya.
Adapun, sambung Kadinsos, dukungan Aksesibilitas, Dinas Sosial mengajukan alat bantu dengar bagi Sutisna yang mengalami gangguan pendengaran, serta istrinya, Rumsih, yang merupakan penyandang disabilitas rungu-wicara.
“Tahap lainnya adalah, bantuan kepada anak kedua Sutisna, bernama Tami (13), akan difasilitasi mengikuti program pendidikan di PKBM melalui koordinasi dengan Disdik Sumedang,” jelasnya.
Kadinsos Sumedang itu juga menyebutkan untuk anak pertama Sutisna, Nike (14), yang diasuh oleh kerabat di Karawang akan mendapatkan bantuan pendidikan dari keluarganya.
Latar Belakang Terdamparnya Sutisna
Berawal Sutisna dan keluarganya pergi ke Banyuwangi untuk mencari bantuan dari kakaknya, setelah kehilangan pekerjaan sebagai buruh pabrik semen di Tangerang.
Namun, upaya tersebut gagal, karena kehabisan ongkos, mereka memutuskan berjalan kaki pulang ke Sumedang. Di tengah perjalanan, Sutisna mendapat bantuan dari berbagai pihak, termasuk polisi di Lamongan, Wakil Bupati Sumedang, dan seorang pengusaha Sumedang. Total bantuan uang tunai yang diterima mencapai Rp7.150.000 .
Sutisna sempat menolak tawaran pekerjaan di Sumedang karena ingin kembali bekerja di Tangerang, namun setelah dibujuk, akhirnya berencana memulai usaha angkringan kopi di Desa Wado.
“Sebagai upaya tindak lanjut, Dinas Sosial Sumedang akan melakukan, monitoring dan pendampingan usaha angkringan kopi untuk meningkatkan perekonomian keluarga Sutisna. Lalu, penyaluran alat bantu dengar dan perlengkapan sekolah melalui program Sentra Terpadu Inten Soeweno,” pungkasnya.***
