SUMEDANG, Wplus62.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Mereka menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang pada Jumat (22/05/2026).
Langkah strategis ini bertujuan mengamankan pasokan pangan sekaligus menekan laju inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Antusiasme Tinggi Sejak Pagi
Meskipun panitia baru menjadwalkan pembukaan pada pukul 08.00 WIB, warga ternyata sudah memadati lokasi sejak pukul 07.00 WIB. Antrean panjang terlihat mengular saat masyarakat berbondong-bondong memburu sembako dengan harga miring.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DPKP Sumedang, Iwan Gustiawan, mengonfirmasi tingginya minat masyarakat tersebut.
“Masyarakat bahkan sudah mengantre satu jam sebelum acara dimulai. Ini menunjukkan betapa besarnya harapan warga terhadap akses pangan yang terjangkau,” ujar Iwan.
Harga di Bawah Pasar
Dalam bazar ini, pemerintah menyediakan berbagai komoditas utama dengan selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga pasar. Beberapa komoditas yang menjadi primadona antara lain:
Komoditas Harga GPM Satuan
Beras SPHP Rp60.000 Per 5 Kg
Telur Ayam Rp24.000 Per Kg
Daging Ayam Rp35.000 Per Ekor
Minyakita Rp15.500 Per Liter
Gula Pasir Rp17.500 Per Kg
Selain sembako utama, warga juga dapat membeli aneka sayuran segar dan produk olahan daging dengan harga mulai dari Rp5.000 hingga Rp50.000.
Sinergi Tekan Inflasi
Program ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat dengan DPKP Kabupaten Sumedang. Iwan menjelaskan bahwa GPM bukan sekadar pasar murah biasa, melainkan instrumen penting dalam pengendalian ekonomi daerah.
“Fokus utama kami adalah stabilisasi pasokan dan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Kami ingin memastikan warga tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pokok saat menyambut Idul Adha,” tambahnya.
Melalui gerakan ini, Pemkab Sumedang berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menjaga daya beli tetap stabil di tengah fluktuasi harga pasar yang sering terjadi menjelang hari raya.***
