Berita Terkini

Kawal Jemaah Lansia, Pembimbing KBIHU Sumedang Pastikan Tawaf dan Sa’i Berjalan Mulus

Salah satu jemaah haji Lansia dengan menggunakan kursi roda asal Sumedang berhasil menuntaskan tawaf dan sa'i

MAKKAH, Wplus62.com – Semangat tinggi terpancar dari wajah para jemaah haji asal Kabupaten Sumedang. Meski memiliki keterbatasan fisik, sebanyak 20 jemaah haji lansia dan pengguna kursi roda yang tergabung dalam Kloter 29 KJT sukses merampungkan rangkaian tawaf hingga sa’i umrah wajib di Masjidil Haram.

Pembimbing KBIHU Tanjungsari Sumedang, KH. Asep Fuad Adnan, mengonfirmasi keberhasilan ini pada Sabtu (16/05/2026). Ia menjelaskan bahwa seluruh jemaah menjalani prosesi ibadah dengan aman dan tertib.

Pendampingan Ekstra Hingga Dini Hari

Petugas memberikan perhatian khusus mengingat kondisi fisik jemaah yang memerlukan bantuan alat jalan. KH. Asep Fuad mengungkapkan bahwa proses pendampingan berlangsung intensif hingga menjelang subuh.

Alhamdulillah, tepat pukul 02.30 waktu setempat, kami selesai mengantarkan 20 jemaah pengguna kursi roda melaksanakan tawaf dan sa’i. Semuanya berjalan sangat lancar tanpa kendala berarti,” ujar KH. Asep Fuad.

Selanjutnya, para jemaah kini fokus menjalani masa pemulihan. Mengingat rangkaian ibadah umrah wajib cukup menguras energi, pihak pembimbing mengarahkan jemaah untuk beristirahat total di hotel sebelum melanjutkan agenda ibadah berikutnya.

Pembimbing KBIHU Tanjungsari Sumedang, KH. Asep Fuad Adnan

Komitmen Pelayanan Jemaah Lansia

Keberhasilan ini membuktikan bahwa koordinasi yang solid antara petugas dan pembimbing haji menjadi kunci utama. Selain itu, prioritas perlindungan bagi jemaah lansia tetap menjadi misi utama demi menjamin kenyamanan dan kekhusyukan selama di Tanah Suci.

  • Ringkasan Fakta Kloter 29 Sumedang:
  • Total Jemaah Kursi Roda: 20 Orang.
  • Waktu Penyelesaian: 02.30 Waktu Arab Saudi.
  • Status Kondisi: Sehat dan sedang masa pemulihan (istirahat).

Dengan tuntasnya umrah wajib ini, jemaah Kloter 29 KJT tinggal menunggu waktu puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).***