SUMEDANG, Wplus62.com – Jalur maut Cadas Pangeran kembali memakan korban. Sebuah pohon aren berukuran besar tumbang akibat longsor dan menghantam seorang pengendara motor yang tengah melintas dari arah Bandung menuju Sumedang pada Rabu sore (11/3/2026).
Insiden mencekam ini menimpa Rosid (44), warga Lingkungan Cilipung, Kelurahan Pasanggrahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan. Korban tak sempat menghindar saat tebing di sisi jalan tiba-tiba ambrol dan merobohkan vegetasi di atasnya.
Kronologi Kejadian
Saksi mata di lokasi, Asep Hidayat, menuturkan bahwa peristiwa tersebut berlangsung sangat cepat. Menurutnya, cuaca dan kondisi tebing yang labil diduga menjadi pemicu utama longsornya tanah.
“Korban melintas dari arah Bandung menuju Sumedang. Tiba-tiba ada longsoran dan pohon aren langsung menimpa korban,” ujar Asep di lokasi kejadian.
Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berjibaku memberikan pertolongan pertama sebelum petugas kepolisian dan BPBD tiba di lokasi.
Dampak Lalu Lintas dan Evakuasi
Peristiwa ini sempat melumpuhkan arus lalu lintas di jalur penghubung utama Bandung-Sumedang tersebut. Material tanah dan batang pohon yang melintang memaksa kendaraan berhenti total, menciptakan antrean panjang di kedua arah.
Langkah cepat diambil oleh petugas gabungan:
- Evakuasi Korban: Petugas segera melarikan Rosid ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
- Pembersihan Jalur: Polisi bersama warga memotong batang pohon dan menyingkirkan material longsor agar badan jalan kembali bersih.
- Pengaturan Arus: Petugas memberlakukan sistem buka-tutup selama proses pembersihan berlangsung.
Imbauan bagi Pengendara
Hingga saat ini, pihak berwenang masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi adanya longsor susulan. Mengingat kontur tanah Cadas Pangeran yang curam, para pengendara diminta ekstra waspada.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintasi jalur Cadas Pangeran, terutama saat hujan deras melanda. Potensi pergerakan tanah sangat tinggi di titik-titik rawan,” tegas petugas di lapangan.***
