Berita Terkini

Blak-blakan Dada Rosada di HUT Forum RT/RW: Cerita GBLA, Penyelamatan Persib, hingga Pesan ‘Saraf Kejepit’

Dada Rosada bersama Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dalam acara HUT ke-23 Forum RT RW Kota Bandung
Dada Rosada bersama Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dalam acara HUT ke-23 Forum RT RW Kota Bandung di Monumen Perjuangan Bandung pada Sabtu (23/5/2026)

BANDUNG, wplus62.com – Atmosfer Monumen Perjuangan (Monju) Gasibu Kota Bandung mendadak riuh pada Sabtu (23/5/2026) siang. Mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada, menghadiri langsung peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Forum RT/RW ke- 23 Kota Bandung. Meskipun gangguan kesehatan mulai menurunkan performa fisiknya, Dada sukses memukau ribuan pengurus kewilayahan melalui pidato bernada kelakar yang sarat sentilan sejarah.

Saat berdiri di atas panggung, Dada Rosada langsung melemparkan nostalgia masa kejayaannya ketika memimpin Kota Kembang. Mulai dari memaparkan pembangunan infrastruktur monumental, hingga membongkar kembali dinamika penyelamatan klub sepak bola kebanggaan warga Jawa Barat, Persib Bandung.

Dada Rosada Tegaskan Komitmen GBLA dan Sentil Wali Kota

Mengawali sambutannya, Dada mengingatkan kembali perjuangan beratnya saat melahirkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di kawasan Gedebage. Oleh karena itu, Dada menegaskan proyek besar yang sempat memicu keraguan banyak pihak itu sebagai bukti nyata komitmen pelayanan publik di masanya.

“Stadion GBLA itu dengan biaya 650 miliar rupiah, alhamdulillah jadi,” ujar Dada, yang seketika memancing tepuk tangan riuh para hadirin.

Selanjutnya, memanfaatkan gaya komunikasinya yang lugas, Dada langsung ‘menitipkan’ cetak biru pembangunan kawasan sekitar GBLA seluas 75 hektare. Langkah ini sengaja ia lakukan agar pihak eksekutif saat ini mau melanjutkan tongkat estafet pembangunan di sana.

“Titip saya, mudah-mudahan apa yang saya rencanakan… dilanjutkan oleh Pak Wali Kota tercinta kita. Karena Pak Wali Kota juga sama, di PT PBB (Persib) juga beliau,” seloroh Dada, sehingga memicu tawa dari jajaran pejabat yang hadir.

Kisah Transisi: Menyelamatkan Persib dari Jerat Atalan KPK

Sementara itu, sesi paling menarik dari pidato Dada muncul ketika ia membuka kembali memori kelam tahun 2008. Momen tersebut menjadi waktu krusial bagi sepak bola nasional saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melarang keras penggunaan dana APBD untuk klub profesional.

Sebagai kepala daerah yang saat itu memegang kendali penuh atas Persib, Dada mengisahkan bagaimana dirinya harus memutar otak agar tim berjuluk Maung Bandung tersebut tidak gulung tikar.

“Tahun 2008 saya dipanggil oleh KPK, bahwa Persib dan seluruh klub se-Indonesia tidak boleh lagi dipegang oleh kepala daerah yang biayanya dari APBD,” kenang Dada.

Padahal sebelumnya, operasional Persib sepenuhnya menggantungkan nasib pada persetujuan DPRD dan dana rakyat. Namun untungnya, Dada berhasil mengesekusi proses transisi ke jalur swasta secara mulus setelah ia menggandeng pengusaha kakap untuk mengelola PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).

Alhamdulillah ada yang mengambil, yaitu Pak Glenn Sugita. Orang kaya raya, banyak uang. Jadi Persib sekarang sudah bagus mainnya, duitnya banyak, luar biasa,” tambahnya, yang langsung memicu yel-yel “Persib Juara” dari penonton.

Seloroh ‘Saraf Kejepit’ dan Pesan Emosional untuk RT/RW

Di sisi lain, menjelang akhir pidatonya, Dada sempat mengeluhkan kondisi kakinya yang mulai pincang akibat penyakit saraf kejepit. Kendati demikian, ia justru memanfaatkan penderitaannya itu sebagai materi edukasi yang jenaka sekaligus menyentuh bagi para ketua RT dan RW.

“Saya suara keras, makan tidak ada yang dilarang, tapi kaki saya harus digusur (diseret). Kenapa? Karena saya saraf kejepit. Saraf kejepit hati-hati, bukan hanya orang tua saja, Ibu dan Bapak akan mengalami seperti saya kalau tidak hati-hati mengangkat barang,” ucap Dada, yang bermaksud mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik di tengah kesibukan melayani warga.

Akhirnya, sebelum turun dari panggung, Dada menyampaikan pamit dengan cara yang sangat khas “Bobotoh”. Ia mengaku ingin segera bergegas demi menyaksikan langsung laga Persib Bandung yang akan bertanding hari ini.

Selesai saya menyampaikan ini, saya mau turun, langsung ditunggu di Persib. Mudah-mudahan tidak ada apa-apa dan Persib menang! Karena Persib milik bersama,” pungkasnya, yang seketika menutup acara dengan gemuruh takbir dan tepuk tangan dari ribuan pengurus RT/RW se-Kota Bandung.

Hingga saat ini, acara HUT Forum RT/RW masih terus bergulir dengan agenda ramah tamah serta penguatan koordinasi pelayanan publik di tingkat kewilayahan Kota Bandung.***