SUMEDANG, W+62.COM– Jalan utama yang menghubungkan ibukota Kecamatan Tanjungsari dengan Desa Cijambu di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang nyaris terputus dan sulit dilalui oleh mobil besar dan truk.
Hal itu disebabkan oleh adanya longsor yang terus menggerus tebing sedalam 30 meter dan mengikis badan jalan tepatnya di Desa Kadakajaya Kecamatan Tanjungsari.
Peristiwa longsornya tebing itu, terjadi kembali sekira pukul 17.30 WIB pada Selasa (19/8/2025). Aparatur Desa Kadakajaya, kembali melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Pemerintah Kecamatan Tanjungsari, melalui Plt. Kasi Tantribmas (MP) Kecamatan Tanjungsari, Ahyar Koswara.
Ahyar Koswara mengatakan, berdasarkan laporan dari warga Desa Kadakajaya, situasi dan kondisi jalan Gudang-Cijambu yang melintasi Desa Margaluyu, Desa Kadakajaya dan Cijambu itu nyaris terputus, setelah sepanjang malam kemarin hingga siang hari kawasan itu diguyur hujan.
“Kebetulan, jalan Gudang-Cijambu tepatnya di Desa Kadakajaya sudah mengalami hal itu sejak 2022 lalu. Seiring waktu, saat ini nyaris tak bisa dilalui mobil besar dan truk,” katanya.
Ia mencatat, sudah tiga kali pihak Kabupaten Sumedang melalui dinas terkait dan BPBD pernah melakukan monitoring kondisi jalan tersebut. “Malahan, baru sekira hari Sabtu lalu (16/8/2025) saya mendampingi BPBD melakukan asesmen di lokasi itu,” ujarnya.
Menunggu Terputus
Sementara itu, Kades Kadakajaya, Supendi yang dikonfirmasi melalui WhatsApp mengungkapkan, pihaknya sudah berkali-kali meminta pihak Pemkab Sumedang untuk menangani dan memperbaikinya.
“Kondisi ini sudah saya laporkan kepada Bupati Sumedang sejak pertama kali terjadi sekira tahun 2022 lalu, dan Dinas PU sudah melakukan assessment juga,” katanya.
Supendi yang didampingi Kepala Desa Pasigaran, Tisna Suardana mengaku kecewa setelah tahun 2025 ini, ternyata berdasarkan informasi tak akan ada perbaikan jalan tersebut.
“Sudah tiga tahun tak juga ada perbaikan. Ya mungkin saja menunggu jalan ini terputus total, sehingga warga Desa Kadakajaya dan Desa Cijambu tak bisa melalui jalan ini,” ungkapnya dengan nada kesal.
Untuk penanganan sementara, Kades Kadakajaya itu sudah menugaskan aparatur desa dibantu Karang Taruna untuk berjaga-jaga serta melakukan penanganan seadanya.
“Hal itu untuk mencegah agar tidak ada korban yang terperosok, apalagi malam hari kondisi jalan ini minim penerangan,” katanya.
Dengan peristiwa ini, Kades Kadakajaya mendesak pihak Pemkab Sumedang untuk segera melakukan penanganan, sehingga rasa was-was warga di dua desa sedikit terobati.
“Ya kami minta penanganan serius dari Pemkab Sumedang, jangan menunggu ada korban yang tertimpa musibah akibat jalan yang nyaris terputus ini,”harapnya.***
