SUMEDANG, W+62.com– Tingginya curah hujan yang terjadi sejak Sabtu sore (3/5/2025) hingga Minggu (4/5/2025) dini hari, menyebabkan bencana pergerakan tanah di wilayah Dusun Sukaasih, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno mengatakan, bencana pergerakkan tanah memutus akses jalan penghubung antara Dusun Cisalak dengan Dusun Narasa.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 04.00 WIB. Selain itu, ada 13 rumah di sekitar lokasi yang terancam tergerus.
“Ada 13 rumah yang terancam pergerakkan tanah di lokasi. Total 13 rumah itu dihuni 20 KK, dengan 80 jiwa,” ujar Atang, melalui telepon, Minggu pagi.
Kalak BPBD Sumedang itu menuturkan, bencana pergerakkan tanah itu sangat rawan dan mengancam, maka 80 jiwa warga setempat tersebut diungsikan ke kantor desa.
“Karena sangat rawan dan pergerakkan tanah dimungkinkan masih akan terus terjadi, warga kami ungsikan ke kantor desa,” tutur Atang.
Disebutkan Atang, bencana pergerakkan tanah di Cisarua ini memerlukan penanganan khusus dan segera.
“Kami dari BPBD Sumedang juga akan berkonsultasi dengan Badan Geologi dalam penanganannya. Namun, untuk kebutuhan mendesak saat ini adalah kebutuhan logistik untuk para pengungsi,” sebut Atang.
Meskipun demikian, sambung Atang, untuk peristiwa bencana pergerakan tanah di Kecamatan Cisarua saat ini tidak terdapat korban jiwa.***
